Subang adalah salah satu kota kecil di Jawa
Barat yang memiliki pemandangan indah tak kalah dengan kota-kota lain di
sekitarnya. Ketika mendengar “Subang” pandangan seseorang seketika akan
berpikir pada salah satu buah yang tumbuh di Asia yaitu Nanas. Namun di balik
itu semua, Subang menyimpan sejuta Keindahan alam yang belum diketahui oleh
banyak orang. Keindahan Alam yang menjadi hadiah Tuhan untuk dijaga oleh para
penghuninya. Bukan hanya Bandung yang dibuat saat Tuhan tersenyum namun Subang
pun menjadi salah satu bagian dari karya Tuhan. Salah satu karya Tuhan yang
hidup dan mampu menjadi salah satu bukti keberadaan-Nya.
Hijau nya pepohonan dan curam nya tebing yang
terletak disana adalah bukti bahwa belum ada campur tangan manusia dalam
perubahan ekosistem alam disana. Desa dan kehidupan sederhana para penghuninya
masih menjadi mayoritas di Kota kecil tersebut. Asap nya kendaraan dan
masyarakat modern masih menjadi pemandangan langka yang jarang untuk ditemui. Dan
seharusnya itu semua dipertahnkan jika memang itu adalah salah satu cara agar
Alam ini dapat tetap hidup bebas sesuai tujuan Sang Pencipta. Karena
bagaimanapun kodrat manusia adalah menjaga dan melindungi kekayaam alam yang
dimilikinya. Sekalipun kekayaan itu rusak tak seharusnya terjadi karena ulah
manusia. Dan itulah menjadi tugas untuk manusia baik itu penghuni maupun
pendatang yang menjadikan kekayaan alam tersebut menjadi salah satu loka
wisata. Sampai saat ini Subang memang belum menjadi tempat pertama yang di
kunjungi oleh para wisatawan. Namun, kekayaan alam didalamnya mampu membuka
mata para wisatawan yang pernah mendatangi tempat indah untuk lebih mensyukuri
karya Tuhan di Kota ini.
Di salah satu daerah yang ada di Kabupaten
Subang tepatnya di perbatasan Lembang dan Subang salah satu karya Tuhan itu
terlihat nyata. Panorama indah yang terletak di dalamnya mampu menyihir mata
yang melihatnya. Bebatuan hitam cantik yang menjadi tempat air bening itu
mengalir dan jatuh pun membuat karya Tuhan ini menjadi terlihat begitu ajaib.
Cahaya matahari yang menyelinap masuk melalui pepohonan membiaskan warna air
terlihat lebih cantik. Para tuan rumah pun menamakan Karya Tuhan itu dengan
“Air Terjun Peureu”.
Lokasi Air Terjun Peureu Subang dapat di tempuh
sekitar 100 km dari Bandung. Perjalanan menuju lokasi tersebut di tempuh dengan
waktu kurang lebih 2 jam dari arah Dago Giri Bandung. Dari Dago kita masuk
menuju jalan Punclut sampai menuju Lembang, setelah itu mengikuti arah Cikole
jalur Subang. Setelah menemukan pertigaan, ambilah arah kanan menuju tempat
wisata pemandian Air Panas Gracia. Setelah menemukan 2 jalur lagi, ambilah
jalur kanan. Dan sekitar 1500 km darisana Air Terjun Peureu pun berada. Memang
tidak ada gerbang besar untuk membeli tiket masuk Air Terjun. Karena untuk
menuju kesana harus masuk melewati jalan kecil di Kebun Teh. Tempat parkir pun
hanya tersedia untuk beberapa motor disana. Harga masuk dan parkir pun sangat
terjangkau berkisar Rp. 8.000. Setelah membayar biaya masuk dan parkir, masih
harus ada anak tangga yang kita jelajahi. Anak tangga yang tidak terlalu banyak
jumlah nya namun tetap memberikan rasa lelah itupun terbayar oleh keindahan Air
Terjun Peureu. Salah satu keluhan dari para pengunjung adalah sulitnya
menyimpan barang bawaan. Maka dari itu jangan khawatir, disana pun ada tempat
khusus untuk menyimpan barang bawaan agar tidak basah terkena air.
Setelah melihat indahnya keajaiban karya tangan
Tuhan tersebut, ada beberapa hal yang didapat dan dirasakan. Pemandangan indah
yang memanjakan mata adalah salah satu hal yang dirasakan setelah melihat
sejuknya air Terjun Peureu ini. Air yang turun dari gunung pun masih terasa
segar di tubuh. Suara gemuruh Air Terjun pun menjadi suara merdu yang
mengiringi tawa bahagia dari para pengunjung. Namun satu hal yang menjadi
pertanyaan setelah melakukan perjalanan kesana adalah Bagaimana bisa manusia
tega merusak Karya Tuhan yang sudah diciptakan begitu indah nya. Dan itu pun
yang menjadi ingatan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi manusia baik itu
pengunjung maupun tuan rumah untuk menajaga, melindungi dan melestarika karya
Tuhan tersebut agar ekosistem didalam nya tetap dapat hidup bebas.
Begitu banyak loka wisata di Indonesia yang
kurang memiliki andil dari Pemerintah dan bhahkan terkadang di sia-sia kan
begitu saja. Namun, banyak juga loka wisata yang tidak mampu dijaga dan
dilindungi ketika sudah ada capur tangan pemerintah didalamnya. Entah siapa
yang salah masih menjadi teka-teki yang belum bisa tepecahkan. Dibalik itu
semua, seharusnya apresiasi besar dari campur tangan pemerintah dan rakyat di
dalamnya menjadi tolak ukur sebuah loka wisata berkembang. Maka dari itulah
jika ada nya keseriusan untuk menggarap sebuah loka wisata menjadi salah satu
aset pemasukan daerah sebagai rakyat kita harus mendukung dengan cara menjaga
ke asriannya. Dan Air Terjun Peureu ini adalah salah satu dari jutaan karya
Tuhan yang seharusnya mampu menjadi aset pemasukan sebuah daerah dengan menjual
keindahan dan keasrian alam didalamnya. Karena Indonesia adalah salah satu
negara yang memiliki berjuta Keajaiban Karya Tuhan yang perlu di lestarikan.
Bayangkan saja, di kota kecil ini terdapat Air Terjun yang memiliki keindahan
luar biasa. Belum lagi karya-karya Tuhan di kota Subang lainnya yang belum
pernah disentuh oleh manusia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar