Minggu, 31 Januari 2016

Air Ajaib Karya Tangan Tuhan

ditulis oleh Mia Kamelia




Subang adalah salah satu kota kecil di Jawa Barat yang memiliki pemandangan indah tak kalah dengan kota-kota lain di sekitarnya. Ketika mendengar “Subang” pandangan seseorang seketika akan berpikir pada salah satu buah yang tumbuh di Asia yaitu Nanas. Namun di balik itu semua, Subang menyimpan sejuta Keindahan alam yang belum diketahui oleh banyak orang. Keindahan Alam yang menjadi hadiah Tuhan untuk dijaga oleh para penghuninya. Bukan hanya Bandung yang dibuat saat Tuhan tersenyum namun Subang pun menjadi salah satu bagian dari karya Tuhan. Salah satu karya Tuhan yang hidup dan mampu menjadi salah satu bukti keberadaan-Nya.
Hijau nya pepohonan dan curam nya tebing yang terletak disana adalah bukti bahwa belum ada campur tangan manusia dalam perubahan ekosistem alam disana. Desa dan kehidupan sederhana para penghuninya masih menjadi mayoritas di Kota kecil tersebut. Asap nya kendaraan dan masyarakat modern masih menjadi pemandangan langka yang jarang untuk ditemui. Dan seharusnya itu semua dipertahnkan jika memang itu adalah salah satu cara agar Alam ini dapat tetap hidup bebas sesuai tujuan Sang Pencipta. Karena bagaimanapun kodrat manusia adalah menjaga dan melindungi kekayaam alam yang dimilikinya. Sekalipun kekayaan itu rusak tak seharusnya terjadi karena ulah manusia. Dan itulah menjadi tugas untuk manusia baik itu penghuni maupun pendatang yang menjadikan kekayaan alam tersebut menjadi salah satu loka wisata. Sampai saat ini Subang memang belum menjadi tempat pertama yang di kunjungi oleh para wisatawan. Namun, kekayaan alam didalamnya mampu membuka mata para wisatawan yang pernah mendatangi tempat indah untuk lebih mensyukuri karya Tuhan di Kota ini.
Di salah satu daerah yang ada di Kabupaten Subang tepatnya di perbatasan Lembang dan Subang salah satu karya Tuhan itu terlihat nyata. Panorama indah yang terletak di dalamnya mampu menyihir mata yang melihatnya. Bebatuan hitam cantik yang menjadi tempat air bening itu mengalir dan jatuh pun membuat karya Tuhan ini menjadi terlihat begitu ajaib. Cahaya matahari yang menyelinap masuk melalui pepohonan membiaskan warna air terlihat lebih cantik. Para tuan rumah pun menamakan Karya Tuhan itu dengan “Air Terjun Peureu”.
Lokasi Air Terjun Peureu Subang dapat di tempuh sekitar 100 km dari Bandung. Perjalanan menuju lokasi tersebut di tempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam dari arah Dago Giri Bandung. Dari Dago kita masuk menuju jalan Punclut sampai menuju Lembang, setelah itu mengikuti arah Cikole jalur Subang. Setelah menemukan pertigaan, ambilah arah kanan menuju tempat wisata pemandian Air Panas Gracia. Setelah menemukan 2 jalur lagi, ambilah jalur kanan. Dan sekitar 1500 km darisana Air Terjun Peureu pun berada. Memang tidak ada gerbang besar untuk membeli tiket masuk Air Terjun. Karena untuk menuju kesana harus masuk melewati jalan kecil di Kebun Teh. Tempat parkir pun hanya tersedia untuk beberapa motor disana. Harga masuk dan parkir pun sangat terjangkau berkisar Rp. 8.000. Setelah membayar biaya masuk dan parkir, masih harus ada anak tangga yang kita jelajahi. Anak tangga yang tidak terlalu banyak jumlah nya namun tetap memberikan rasa lelah itupun terbayar oleh keindahan Air Terjun Peureu. Salah satu keluhan dari para pengunjung adalah sulitnya menyimpan barang bawaan. Maka dari itu jangan khawatir, disana pun ada tempat khusus untuk menyimpan barang bawaan agar tidak basah terkena air.



Setelah melihat indahnya keajaiban karya tangan Tuhan tersebut, ada beberapa hal yang didapat dan dirasakan. Pemandangan indah yang memanjakan mata adalah salah satu hal yang dirasakan setelah melihat sejuknya air Terjun Peureu ini. Air yang turun dari gunung pun masih terasa segar di tubuh. Suara gemuruh Air Terjun pun menjadi suara merdu yang mengiringi tawa bahagia dari para pengunjung. Namun satu hal yang menjadi pertanyaan setelah melakukan perjalanan kesana adalah Bagaimana bisa manusia tega merusak Karya Tuhan yang sudah diciptakan begitu indah nya. Dan itu pun yang menjadi ingatan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi manusia baik itu pengunjung maupun tuan rumah untuk menajaga, melindungi dan melestarika karya Tuhan tersebut agar ekosistem didalam nya tetap dapat hidup bebas.
Begitu banyak loka wisata di Indonesia yang kurang memiliki andil dari Pemerintah dan bhahkan terkadang di sia-sia kan begitu saja. Namun, banyak juga loka wisata yang tidak mampu dijaga dan dilindungi ketika sudah ada capur tangan pemerintah didalamnya. Entah siapa yang salah masih menjadi teka-teki yang belum bisa tepecahkan. Dibalik itu semua, seharusnya apresiasi besar dari campur tangan pemerintah dan rakyat di dalamnya menjadi tolak ukur sebuah loka wisata berkembang. Maka dari itulah jika ada nya keseriusan untuk menggarap sebuah loka wisata menjadi salah satu aset pemasukan daerah sebagai rakyat kita harus mendukung dengan cara menjaga ke asriannya. Dan Air Terjun Peureu ini adalah salah satu dari jutaan karya Tuhan yang seharusnya mampu menjadi aset pemasukan sebuah daerah dengan menjual keindahan dan keasrian alam didalamnya. Karena Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki berjuta Keajaiban Karya Tuhan yang perlu di lestarikan. Bayangkan saja, di kota kecil ini terdapat Air Terjun yang memiliki keindahan luar biasa. Belum lagi karya-karya Tuhan di kota Subang lainnya yang belum pernah disentuh oleh manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar